Dampak atau pengaruh negatif kondisi
COVID19 terhadap bisnis.
-
Dampak Kerugian Global
Secara
global, potensi kehilangan ekonomi dunia mencapai US155 miliar dan China
sendiri US$103 miliar. Itu dalam skenario moderat. Jika skenario buruk, secara
global, potensi kerugian dunia mencapai US$346 miliar. Angka tersebut
berasal dari potensi kerugian China (US$ 236 miliar), negara Asia non-China
(US$42 miliar) dan sisanya dari negara-negara lain (US$68 miliar).
-
Virus Corona Buat Dana Asing Kabur dari
Indonesia
Bank Indonesia mencatat modal asing masuk ke Indonesia
melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp3,8 triliun hingga 23
Januari 2018. Namun demikian, aliran modal keluar atau capital outflow di pasar
saham juga terjadi sebanyak Rp980 miliar.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjelaskan, aliran
modal keluar terjadi karena kondisi geopolitik global dan maraknya wabah virus
corona. Ini terbukti dengan terjadinya penurunan harga saham.
-
Maskapai
Nasional Dilarang Terbang ke Daerah Asal Virus
Direktorat Jenderal Perhubungan
Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa maskapai Indonesia
untuk sementara waktu tidak akan melakukan penerbangan ke Kota Wuhan, China.
Ini diberlakukan untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya wabah virus
pneumonia melalui jalur penerbangan.
Seperti diketahui, wabah Corona virus penyebab pneumonia
dipastikan mampu menular dari manusia ke manusia. hal ini diungkap oleh ilmuwan
asal China yang tengah melakukan penelitian tersebut.
Larangan ini disampaikan menindaklanjuti NOTAM G0108/20 yang
diterbitkan oleh International Notam Office Beijing. Saat ini, ada dua maskapai
penerbangan nasional yang memiliki rute penerbangan ke Kota Wuhan, yakni
Sriwijaya Air dan Lion Air.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B Pramesti mengatakan,
pihaknya akan melakukan antisipasi penyebaran virus pneumonia melalui jalur
penerbangan.
"Kami telah melakukan koordinasi intensif kepada seluruh
maskapai penerbangan di Indonesia untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran
virus pneumonia masuk ke Indonesia melalui aktifitas penerbangan,".
-
Pariwisata
Bali Paling Rentan
Melihat dampak buruk dari virus corona, Pengamat
INDEF Abra Talattov, melihat Bali menjadi tempat harus diwaspadai dan menjadi
prioritas untuk dijaga dalam hal pencegahan penularan virus tersebut.
"(Hal itu dikarenakan) di sana wisatawannya bercampur
baur antar semua negara. Kemudian di Bali, penerbangan internasionalnya juga
banyak. Nah di sana, wisatawan dari China juga signifikan,".
Hal itu menurut Abra, didasari oleh rasa khawatir jika suatu
saat ada satu orang yang terdampak virus, WNA akan takut untuk berpergian ke
Bali. "Nanti ukuran dampak kerugiannya akan lebih dalam dan meluas. Itu
yang perlu diwaspadai.
-
Jumlah Jamaah Umrah ke Arab Saudi
Begitu pula dampak dari larangan umrah karena ada kekhawatiran
virus Corona masuk ke Arab Saudi. Sebagai negara penyumbang jamaah umrah
terbanyak nomor dua di dunia, jelas kondisi ini memukul ekonomi Indonesia.
Asosiasi
Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah menghitung pengusaha tour and travel umrah
dalam sebulan saja bisa merugi Rp2 triliun hingga Rp2,5 triliun akibat larangan
umrah ke Arab Saudi ini. Taksiran kerugian ini didapat dari jumlah jamaah umrah
yang rata-mencapai 100.000-150.000 dalam setiap bulan dengan biaya Rp20 juta.
Imbas
negatif itu baru dari sisi omzet dan belum memperhitungkan efek lain yang akan
mengikuti yaitu dari sisi karyawan, kasus Cathay di atas misalnya. Sebagai
informasi, dalam setahun Indonesia bisa mengirimkan jamaah umrah sekitar 1 juta
orang. Itu baru dari sisi umrah saja.
Memang
penanganan Corona saat ini belum memperlihatkan tanda-tanda menurun karena
tengah berada pada fase panik atau masa puncak.
Referensi
:
https://ekonomi.bisnis.com/read/20200306/9/1210000/ini-dampak-ekonomi-dunia-akibat-virus-corona-versi-adb
https://www.liputan6.com/bisnis/read/4163847/5-dampak-virus-corona-ke-ekonomi-indonesia
https://sumut.antaranews.com/berita/284566/sandiaga-antisipasi-dampak-covid-19-terhadap-perekonomian-dengan-bantu-umkm
https://id.quora.com/Apa-dampak-positif-dan-negatif-dari-wabah-COVID-19
https://ekonomi.bisnis.com/read/20200302/9/1207965/corona-bikin-ekonomi-merana
