Rabu, 10 Juni 2020

lima jasa Elektronic Funds Transfer (ETF)


Sebutkan dan Jelaskan teknologi pembayaran elektronik  berserta contoh nya masing-masing ?

Karakteristik Sistem Pembayaran Elektronik

·         Applicability: penerimaan dari user ketika menggunakan cara itu untuk membeli barang/jasa
·         Easy to use: sistem mudah digunakan oleh siapa saja.
·         Security: sangat memperhatikan keamanan nilai uang. Penambahan , perubahan dan pengurangan nilai uang harus dilindungi. Ototrisasi terhadap nilai uang hanya bisa dilakukan oleh user saja.
·         Reliability:  Sistem Berjalan dengan baik dan handal.
·         Trust: tingkat kepercayaan terhadap kemanaan uang dan informasi personal
·         Scalability: sistem harus terukur dengan perubahan waktu.
·         Convertibility: memungkinkan dilakukan konversi uang dari satu cara ke cara lainnya termasuk poin ke uang.
·         Interoperability: sistem dapat dioperasikan oleh multiple service providers.
·         Efficiency: biaya yang reasonable dalam menangani micro-payment.
·         Anonymity:  mengutamakan privacy untuk melindungi identitas user
·         Traceability: memungkinkan untuk menelusuri keuangan dalam sistem dengan anonymity untuk membangun kepercayaan.
·         Authorization type: walaupun secara offline atau online transaksi dapat dilakukan dengan cara yang sama.

Model Sistem Pembayaran Elektronik 
        Merupakan sistem pembayaran alternatif sistem pembayaran tradisional. Bentuk pembayaran tradisional biasanya menggunakan cash, pembayaran melalui bank maupun pembayaran menggunakan kartu.
Pembayaran elektronik akan memudahkan konsumen dengan membayar melalui jaringan/internet. Data-data untuk pembayaran elektronik biasanya ter-digitilisasi.
Ada dua model pembayaran elektronik yaitu
1. Cash-based payment model (token based). Seperti layaknya pembayaran tunai secara fisik yang merepresentasikan nilai pembayaran.
2. Cheque/Credit/debit card-based payment model (account based system). Berupa “pesan” untuk mentransfer pembayaran (tidak merepresentasikan secara langsung nilai pembayaran).

rasio likuiditas yang sering digunakan untuk menilai kinerja suatu bank


1. Rasio Keuangan Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan (laba).
Dengan menggunakan rasio ini Anda dapat mengetahui kelangsungan hidup perusahaan (going concern). Terdapat lima ukuran yang dapat digunakan untuk mengukur rasio profitabilitas.
a. Gross Profit Margin
Menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba kotor yang dapat dicapai dari setiap penjualan. Gross profit margin merupakan perbandingan laba kotor dan penjualan pada periode yang sama. Semakin besar hasil perhitungan menandakan semakin baik kondisi keuangan perusahaan. Berikut cara menghitungnya:
(Laba kotor perusahaan/ Pendapatan perusahaan) x 100%
b.Operating Profit Margin
Profit margin menggambarkan laba bersih sebelum bunga dan pajak yang didapat dari penjualan perusahaan. Rasio ini dapat dilihat pada laporan laba rugi pada bagian analisis common size. Rasio ini juga diinterpretasikan sebagai ukuran efisiensi bagaimana perusahaan menekan biaya-biaya pada suatu periode. Cara menghitungnya adalah dengan rumus berikut:
(Laba operasi/Penjualan bersih)
c. Net Profit Margin
Rasio ini mengukur jumlah rupiah laba bersih yang dihasilkan oleh setiap satu penjualan rupiah. Semakin tinggi rasio artinya semakin baik, karena menunjukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.
d. Return On Assets (ROA)
ROA menunjukan kemampuan perusahaan menghasilkan after tax operating profit dari total aset yang dimiliki perusahaan. Laba yang dihitung adalah laba sebelum bunga dan pajak atau EBIT (Earning Before Interest and Tax).
e. Return On Investment (ROI)
ROI menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang akan digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Laba yang digunakan untuk menghitung rasio ini adalah laba setelah pajak / Earning After tax (EAT). Semakin besar hasilnya maka semakin baik.
2. Rasio Keuangan Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukan kemampuan perusahaan memenuhi kewajiban finansial jangka pendek.
Seperti membayar gaji, utang yang jatuh tempo, biaya operasional, dan lainnya.  Rasio yang sering digunakan untuk menghitung ini yaitu:
a. Current Ratio
Rasio ini menunjukan perbandingan aset lancar dengan kewajiban lancar. Semakin tinggi maka artinya semakin baik likuiditasnya. Rumus current ratio adalah
Current ratio = Current assets/Current liabilities
b. Quick Ratio
Quick ratio menunjukkan perbandingan antara (kas + sekuritas jangka pendek + piutang) dengan kewajiban lancar. Dengan kata lain merupakan jumlah perimbangan antara aktiva lancar dikurangi persediaan dengan hutang lancar. Quick ratio juga biasa disebut dengan acid test ratio. Persediaan tidak dimasukan dalam perhitungan rasio ini karena persediaan merupakan aktiva lancar yang memiliki tingkat likuiditas yang kecil. Semakin tinggi hasilnya, semakin baik likuiditasnya.
3. Rasio Keuangan Solvabilitas
Rasio solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya baik jangka panjang maupun jangka pendek jika perusahaan dilikuidasi.
Jadi perusahaan yang solvable belum tentu tidak likuid (ilikuid), dan perusahaan yang tidak solvable juga belum tentu ilikuid. Perusahaan yang tidak mempunyai aktiva yang cukup untuk membayar utang biasanya disebut dengan perusahaan yang unsolvable. Terdapat 2 rasio yang digunakan untuk menghitungnya.
a. Total Debt to Total Assets Ratio
Rasio ini dikenal dengan debt ratio yaitu mengukur besarnya dana yang berasal dari utang. Rasio ini menunjukkan sejauh mana utang dapat ditutupi oleh aktiva perusahaan. Semakin kecil rasionya makan semakin aman (solvable). Kreditor akan lebih menyukai debt ratio yang rendah.
b. Debt to Equity Ratio
Rasio ini digunakan untuk mengukur utang yang dimiliki dengan modal sendiri. Sebaiknya utang perusahaan tidak melebihi modal perusahaan sendiri. Hal ini agar beban tetap yang dikeluarkan perusahaan tidak tinggi. Semakin kecil utang terhadap modal maka semakin baik dan aman.
4. Rasio Keuangan Aktivitas
Mengukur tingkat penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan kepada Anda.
Caranya adalah dengan melihat beberapa aset, kemudian Anda menentukan berapa tingkat aktivitas pada aktiva-aktiva pada kegiatan tertentu. Setelah itu, Anda akan mengetahui aktiva mana yang produktif dan aktiva mana yang kurang produktif. Sehingga selanjutnya Anda dapat memutuskan alokasi dana yang lebih besar untuk aktiva yang produktif. Berikut ini contoh dari rasio aktivitas:
a. Rasio Keuangan Perputaran Piutang
Rasio ini mengukur efektivitas pengelolaan piutang. Semakin tinggi perputarannya maka semakin efektif pengelolaannya. Dengan rasio ini Anda dapat melihat pengelolaan piutang dan kebijakan kreditnya. Rumusnya adalah:
Perputaran piutang usaha= Penjualan bersih / Piutang usaha rata-rata
b. Rasio  Perputaran Persediaan
Rasio ini menunjukan likuiditas perusahaan dalam pengelolaan persediaanya. Semakin tinggi perputarannya maka semakin baik. Hal tersebut artinya perusahaan menjual dan mengelola persediaan dengan cepat dan baik. Jika rendah berarti efektivitas pengendalian persediaan kurang baik. Cara menghitungnya adalah:
Rasio perputaran persediaan = Penjualan / Rata-rata persediaan
c. Rasio Keuangan Perputaran Aktiva Tetap
Rasio ini mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan dengan aktiva tetap yang dimilikinya. Semakin besar perputaran rasionya, maka semakin baik untuk perusahaan. Rasio ini cukup penting bagi industri yang memiliki aktiva tetap yang tinggi. Sedangkan untuk industri dengan aktiva yang kecil seperti perusahaan jasa, menjadi tidak terlalu penting. Untuk menghitungnya dapat menggunakan rumus berikut:
Rasio perputaran aset tetap = Penjualan bersih / Aset tetap
d. Rasio Perputaran Total Aktiva
Rasio ini hampir sama dengan rasio perputaran aktiva tetap, yang membedakannya adalah pembagi yang digunakan, yaitu total aktiva. Rasio ini digunakan untuk menghitung efektivitas penggunaan total aktiva. Semakin tinggi perputarannya maka semakin efektif perusahaan dalam memanfaatkan total aktiva untuk penjualannya. Rumusnya adalah
Rasio perputaran total aset = Penjualan / Rata-rata total aset


Loanable fund dan Unloanable fund

  1. Loanable Fund: Dana yang dapat dialokasikan untuk pemberian kredit atau untuk pembelian surat-surat berharga dengan tujuan memperoleh penghasilan.
  2. Unloanable Fund: Dana yang tidak dapat dialokasikan untuk pemberian kredit dan investasi lainnya. Dana ini diperuntukkan bagi aktiva tetap dan pengelolaan likuiditas.

Tugas Bank Central

Tugas Bank Sentral (Bank Indonesia)

  1. Membuat dan Melaksanakan Kebijakan Moneter. Dilaksanakan untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat sehingga harga barang dan jasa di masyarakat terkendali.
  2. Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran. Sistem pembayaran yang diatur adalah sistem pembayaran tunai dan nontunai. Bank sentral bertanggung jawab untuk menciptakan aturan, kesepakatan, standar serta prosedur yang digunakan dalam peredaran uang di masyarakat.
  3. Mengatur dan Mengawasi Perbankan. Pengawasan yang dilakukan adalah pengawasan makroprudensial, yaitu kebijakan yang dibuat untuk membatasi risiko dan biaya krisis sistemik agar keseimbangan sistem keuangan tetap terjaga

6 pilar api


1.     Menciptakan struktur perbankan domestik yang sehat yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan.
2.     Menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional.
3.     Menciptakan industri perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi risiko.
4.     Menciptakan good corporate governance dalam rangka memperkuat kondisi internal perbankan nasional.
5.     Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industri perbankan yang sehat.
Salah satu kegiatan dalam dalam program API pilar ke-5 ini adalah rencana pembentukan Credit Bureau yang kemudian diberi nama Biro Informasi Kredit[4]
6.     Mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan.


lima jasa Elektronic Funds Transfer (ETF)

Sebutkan dan Jelaskan teknologi pembayaran elektronik  berserta contoh nya masing-masing ? Karakteristik Sistem Pembayaran Elektronik ...